Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    TUKAR DOLAR    Sepakbola    NAMA OBAT    APOTIK   
Home » » Waspadai 1001 Bahaya dan Dampak Obat

Waspadai 1001 Bahaya dan Dampak Obat

Posted by Perpustakaan Indonesia on Saturday, August 2, 2014


  • Gangguan pencernaan Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan, seperti diare, mual, kram, kembung dan nyeri. Beberapa jenis obat, terutama untuk mengatasi rasa panas di dada dan diare, ternyata memiliki efek samping yang aneh tetapi tidak berbahaya. Setelah mengonsumsi obat ini, pasien bisa mengalami lidah terasa tebal dan menghitam serta tinjanya berwarna kehitaman. Ada obat penurun berat badan yang memiliki efek samping tidak nyaman, yakni menyebabkan sering buang gas, tinja berlendir, hingga diare. Obat tersebut memang cukup efektif mencegah penyerapan lemak di usus, tetapi jika kita banyak mengasup makanan berlemak maka efeknya adalah diare dan tinja bercampur lemak. Amlodipine Besylate ada1ah obat antihipertensi, derivat dari Dihidropiridin golongan antagonis kalsium bisa xerostomia, yaitu sindroma mulut kering yang timbul bila sekresi saliva kurang dari normal. Hal ini akan diikuti oleh penurunan fungsi saliva yaitu sebagai pengatur buffer, aksi self cleansing, bakterisid dan bakteriostatik; pelindung elemen gigi, pelindung mukosa mulut, aktivitas anti jamur, retensi dan stabilisasi gigi timan, pengecapan serta peluncur dan pelumas makanan sehingga dapat menyebabkan terjadinya penyakit di rongga mulut seperti kandidiasis,angular cheilitis, gingivitis, glossitis, ulser pada mukosa, plak dan kalkulus pada gigi serta karies gigi. Amlodipine Besylate berperan sebagai pemicu terjadinya penyakit di rongga mulut karena memiliki efek samping yaitu penurunan sekresi saliva yang dapat menyebabkanterganggunyakesehatan rongga mulut.
  • Gangguan fungsi jantung dan tubuh lainnya Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan batu ginjal dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.
  • Infeksi Efek samping yang paling rentan dirasakan perempuan adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan vagina mengeluarkan bau serta cairan.
  • Alergi Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan di mulut atau tenggorokan.
  • Resistensi (kebal) Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau tidak mempan lagi dengan antibiotik. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi. Semakin tinggi dosis maka akan semakin menimbulkan efek samping yang serius dan mengancam jiwa.
  • Gangguan serius dan mengancam nyawa Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek sampaing yang sangat serius, seperti disfungsi atau kerusakan hati, tremor (gerakan tubuh yang tidak terkontrol), penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, tendon pecah, koma, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.
  • Makan saat tidur Beberapa jenis obat insomnia memang bisa membantu datangnya kantuk. Tetapi, tak sedikit pengguna obat ini yang mengeluhkan kebiasaan aneh, seperti berjalan saat tidur, makan, bahkan berhubungan seks sambil tertidur.
  • Sulit tidur Obat penurun kolesterol golongan statin pada beberapa orang bisa menyebabkan efek samping kesulitan tidur.
  • Sidik jari hilang Seorang pasien kanker yang mengonsumsi obat jenis capecitabinedilaporkan mengalami efek samping langka berupa hilangnya sidik jarinya. Hal itu diketahui ketika ia sedang diperiksa bagian imigrasi di bandara. Efek samping aneh lainnya yang mungkin timbul dari obat tersebut adalah kulit menjadi sangat halus, perdarahan, serta borok di kulit. Menurut dokter, begitu obat tersebut dihentikan, biasanya sidik jari akan kembali lagi.
  • Indera penciuman terganggu Obat resep Vasotec yang biasa dipakai untuk mengontrol tekanan darah dan gagal jantung diketahui menyebabkan efek samping berupa hilangnya kemampuan indera penciuman.
  • Mimpi buruk Merokok merupakan faktor risiko penyakit kronik yang bisa dihindari. Salah satu obat untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini, yakni Chantix, terbukti cukup efektif tetapi menyebabkan beberapa efek samping. Pengguna obat ini mengeluhkan gangguan insomnia serta jika mereka tertidur, mereka akan mengalami mimpi buruk.
  • Penglihatan menjadi biru Seorang pria di Inggris yang kerap menggunakan obat anti-impotensi Viagra mengaku pandangannya menjadi biru setelah menenggak obat ini.
  • Gairah seks meningkat Sindrom kaki tidak mau diam (restless leg syndrome) memang bisa membuat tidur tak nyenyak. Salah satu obat untuk mengatasinya yakni Mirapex, yang juga dipakai untuk mengobati parkinson ternyata menyebabkan efek samping pada mental. Beberapa pasien yang minum obat ini mengaku adanya dorongan untuk berjudi, makan, hingga gairah seks meningkat.
  • Sindrom Stevens-Johnson atau nekrolisis epidermal toksik adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh alergi atau infeksi. Sindrom tersebut mengancam kondisi kulit yang mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga epidermis mengelupas/memisahkan diri dari dermis. Sindrom ini dianggap sebagai hipersensitivitas kompleks yang memengaruhi kulit dan selaput lendir. Meskipun pada umumnya kasus sindrom ini tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), biasanya penyebab utama yang paling sering dijumpai adalah akibat dari alergi obat-obatan tertentu, infeksi virus dan atau keduanya, pada kasus tertentu yang sangat jarang ditemukan sindrom ini berhubungan dengan kanker.
  • Clostridium difficile infection atau kram pada perut
  • Alergi pada kulit, pembengkakan pada bibir, pembengkakan wajah atau lidah, mual, dan sesak napas.
  • Gatal pada bagian vagian dan keluar cairan putih
  • Muntah, mua
  • Bercak putih pada lidah
PENCEGAHAN
  • Hindari pembelian dan minum oat embranga tanpa petunjuk dokter
  • Baca dosis dan aturan pakai penggunaan obat sesuai dengan yang tertera di leafleat atau yang diresepkan dokter
  • Pergunakan obat sesuai indikasi yang jelas dan tepat sesuai yang tertera di leafleat atau yang diresep dokter.
  • Berikan perhatian khusus terhadap penggunaan dan dosis obat pada bayi, pasien usia lanjut dan pasien dengan penyakit hati atau ginjal
  • Perhatikan dan catat riwayat alergi akibat penggunaan obat
  • Beritahukan ke dokter apabila anda sedang hamil, menyusui, alergi obat tertentu, memiliki penyakit diabetes, penyakit ginjal atau liver, sedang meminum obat lain atau suplemen herbal
  • Hindari penggunaan berbagai jenis obat dan kombinasi sekaligus
  • Mintalah dokter mengevaluasi penggunaan obat dalam jangka panjang

SHARE :
perpustakaan indonesia

Post a Comment

Blog ini "DOFOLLOW"Silahkan Berkomentar Yang Sopan dan Tidak Mengandung Unsur SaraKalau ada Yang Berkomentar Dengan Mengisi Link Aktiv Pada Komentar Akan Kami Hapus

 
Copyright © 2014 Perpustakaan Indonesia. All Rights Reserved. Powered by Perpustakaan Indonesia
Template by Website and google